Sabtu, 14 April 2012

Puisi ga jelas-_-

Ku iri melihat bintang dan rembulan
Ku iri bukan karena cahyanya
Dan bukan karena keelokannya
Ku iri karena ada sesuatu
Sesuatu yang tak ada dalam hidupku
Karena yang Ku iri kan hanyalah
Kenapa mereka berdua
Dapat bercahya bersama setiap malam?
Sedangkan hidupku tak dapat bersama
Bersama dengan dirinya,
Kuselalu menderita saat dia tersenyum
Tersenyum bukan karna deritaku
Melainkan tersenyum dengan yang lain
Kenapa aku tak bisa hidup bersamanya?
Apa ini salahku atau salahnya?
Aku tak mengerti apa yang ia mau
Sampai aku korbankan hidupku
Tuk membahagiakan dirinya
Namun Hati ini piluh sangat
Ketika sang jiwaku bahagia
Bahagia bukan karnaku
Melainkan bahagia karna yang lain
Pengorbanan cintaku ini seakan
Tak dianggapnya ada dihadapannya
Kenapa aku bisa menjalani hidup ini?
Apakah aku harus merelakannya?
Aku takut kehilangan dirinya
Tuk berpaling dengan yang lain
Dan menderita sangat dalam hati

Rasaku


Letih bibirku selalu mengucap rindu
Lelah raga ku untuk ungkapkan yang ada
Perasaan yang mengganjal di liang hati
berulang kali kuungkap rasa itu
Namun, bagimu kata-kataku adalah angin yang sekejap akan menghilang

Mungkin kau kan jauh,,
Mungkin juga kau tak akan mengenal ku lagi
Tapi apakah mungkin aku kan bisa jauh
Dan tak mau mengenal mu lagi??

Bila kau menjauh aku kan mendekat
Saat kau mendekat mungkin aku sudah menjauh
Tapi mungkin kah kau akan mendekat?

Kamis, 12 April 2012

Music Editing by @fhanurfa

Ga Jelas


Udah lama ga curhat lagi sama blog, I’m back my Lovely Blog hihihi
Sumpah demi apapun kali ini gua ga mau ngeshare puisi atau apa, tapi ini tentang perasaan gua hari ini. Gokil banget hari ini hahaha.. mulai dari buat hati dag dig dug sampe ketawa ga jelas kaya nenek kunti hihihihihi.

Kamis, 12 April 2012  ↓
Gua ga tau mau cerita dari mananya, pokoknya nih hari great banget dah buat gua hohoho. Yang penting hari ini gua udah dibuat gila sama temen-temen di kelas yang notabene emang kayanya setiap hari selalu buat gua ketawa ga jelas. Mungkin dulu gua nganggep kalian ga ada artinya, tapi sekarang kalian yang berarti buat gua, kalian bisa ngehibur gua walaupun itu kalian gat au kalo gua lagi galau dan sejenisnya.
Masih inget banget pas tadi kalian ngeledekin gua yang lagi ngelapin kaca dari luar, sumpah gua ga pernah bisa buat nahan ketawa broo. Pas itu juga kebetulan ada twins-nya seseorang kayanya mau banget ikutan ngeledekin gua, masa tiba-tiba dia langsung di depan kaca yang mau gua elap, sekalian aja sini muka lo gua elap *upss hahahaha, tapi gapapa, gua mulai ngagumin elo bang hihihi
Sebelum kejadian diatas terjadi, seseorang udah buat gua salting terlebih dahulu, entah ngapa gitu aneh ya menurut gua, orang yang udah lama ga tegur-sapa sama gua NGOMONG sama gua, bayangin aja coba, walaupun dia nanya tentang orang lain si-_- Tapi saat itu ga berlalu begitu aja, bego temen dia, temennya gua juga malah ngeledekin gua, udahlah~
Dan tadi, finally gua lagi ngomogin satu acara sama temen gua, eh temen gua malah nyamberin obrolan itu sama yang tadi ngajak ngomong gua. Sumpah dah, sebelum temen gua nanya disodorin si dia, dianya bilang “Udah dianya (gua) malu..” hahaha ngakak gua pas itu juga.
Well, kesimpulannya gua takut apa yang hari ini terjadi itu ga nyata, karena gua udah terlalu sering buat ngalamin ketidak-nyataan. Malah justru, gua lebih suka hal yang ga nyata sama sekali itu.

Selasa, 10 April 2012

ABSTRAK~

Ini tentang rindu yang tak pernah usai
Mencapai titik tertinggi dalam kegelisahan yang menyelimuti
Seperti bayang yang masih mengambang dalam jiwa itu

Aku masih terdiam disini
Di tempat inilah semua rasa itu tercampur
Menjadi satu kepingan rasa yang tak akan pernah ku lupa
Entah sampai kapankah itu?

Saat ku menyusuri jalan kehidupan
Senyum itu melintas dalam tatapanku
Walau kutau senyum itu tak pernah menjadi milikku
Tapi tak pernah kusesali itu, karena bagiku senyummu adalah kebahagianku

Namun, untuk kesekian kalinya
Senyum itu terlalu cepat dihembus oleh hempasan angin
Hingga saat ini, aku melihat senyuman yang begitu samar bagiku
Semuanya karena pemilik senyum itu tergiur akan pemujanya 

Dan kini, aku merasa kehilangan hal yang manis itu
Semua dapat kukatakan dalam kekecewaanku padanya